Teman saya, Syahrul Kirom, memberitahu bahwa tulisan saya dimuat di Jawa Pos, 22 September 2008. Lalu, saya mengeceknya. Ternyata tulisan bertajuk ‘Demokrasi Omong Kosong Negeri Jiran’ itu dimuat di rubrik opini. Saya pun gembira karena sebelumnya sudah pasrah jika karangan tersebut tidak dimuat. Sebenarnya, tulisan itu lahir dari pengamatan terhadap sebuah acara talkshow televisi.
Sejak awal saya telah menekuri kotak kaca untuk mengikuti perdebatan ahli parlemen Malaysia. Sayangnya, seluruh panelis berasal dari satu pihak, sehingga tidak ada keseimbangan pandangan dalam membahas satu persoalan. Namun, saya terus mencatat pokok pikiran yang diungkap oleh para pembicara untuk menemukan intisari dari gagasan mereka tentang demokrasi.
Berbeda di televisi, buku yang membahas kehidupan politik Malaysia banyak memberikan perspektif yang lebih adil terhadap prilaku politisi. Sayangnya, mereka tidak banyakmendapatkan kesempatan untuk tampil di media televisi. Kalaupun dosen ilmu politik diwawancarai mereka tidak bisa dengan leluasan mengungkapkan pandangannya.
0 Tanggapan ke “Yang Tak Disangka Datang”