Robert C Holub dalam Jurgen Habermas: Critic in the Public Sphere menyelipkan konflik Habermas dengan Gadamer. Di sini, penulis menguraikan pemikiran pengarang buku terkenal Truth and Method ini bahwa Gadamer menegaskan bahwa setiap penafsiran sekaligus adalah sebuah penerapan (application, Anwendung). Pemahaman berarti penerapan pada masa sekarang; tradisi memengaruhi kekinian sebagai perantara pemahaman sejarah.
Roman Ingarden menyebut aplikasi dengan pengonkretan (concretion), sebuah pengejawantahan atau mengkinikan oleh seorang penafsir. Di dalam pengertian ini, sebuah perbandingan bisa digambarkan antara seorang sutradara teater yang menafsirkan sebuah skenario dan mewujudkannya ke dalam sebuah pertunjukan, dan aktivitas seorang pembaca di dalam memahami sebuah teks.
Gadamer membuat kiasan antara proses pemahaman dan dialog. Menurut model ini, ketika kita menemukan sebuah teks, kita memasuki sebuah percakapan terbuka dengan masa lalu di mana pemberian dan penerimaan, pertanyaan dan jawaban, mengantarkan pada pemahaman. Jadi aplikasi bisa digambarkan sebagai sebuah perantara antara masa lalu teks dan kekinian pembaca, seperti sebuah percakapan antara ‘kamu’ masa lalu dan ‘Aku’ masa kini.
Sungguh mengasyikkan belajar filsafat pemahaman. Apalagi jarang ada tulisan berkaitan dengan filsafat pemahaman yang memiliki kedalaman ulasan. Ternyata aplikasi masa lalu dan kekinian memerlukan tingkat pemahaman yang tinggi pula.